Posts Tagged friend

[post-titipan] Aplikasi BlackBerry Untuk Ibadah

ada temen yang nitip posting untuk tugas kuliahnya.. berikut isinya:

Aplikasi BlackBerry Untuk Ibadah

orang_sholat

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan sehingga sangat tepat untuk memperbanyak ibadah. Banyaknya aktivitas yang masih berlangsung di bulan Ramadhan terkadang membuat kita lupa akan kewajiban beribadah, terutama sholat. Kejadian ini biasanya dialami oleh mereka yang sangat mobile dalam beraktivitas. Untuk itulah BlackBerry tampil sebagai smartphone yang bersahabat dengan aplikasi pengingat waktu sholat dan bacaan sholatnya.

BlackBerry sebagai salah satu smartphone memang identik dengan aplikasinya yang mampu menjalankan fungsi smartphone dimana sebelumnya tidak terdapat di dalam default. Aplikasi yang sudah dirancang di dalam smartphone yang bersangkutan tentu saja memudahkan pengguna untuk mencari dan mendowload aplikasi yang diinginkan tanpa perlu membuka Google atau YouTube atau media download lainnya. Feature di BlackBerry tidak kalah dengan Android yang juga menyediakan aplikasi ibadah.

Di dalam BlackBerry juga ada aplikasi ibadah yang menghadirkan feature lebih lengkap, diantaranya :

Prayer Time

Sesuai dengan namanya, aplikasi gratis yang satu ini menyuguhkan informasi tentang waktu sholat 5 waktu dengan bunyi alarm tanpa suara adzan. Meskipun begitu, aplikasi ini mempunyai kelebihan yaitu menghadirkan waktu sholat di 24.000 negara serta menunjukkan arah kiblat dan jarak kiblat dari lokasi kita berada. Dengan memori hanya 43 KB, rasanya aplikasi ini wajib ada di BlackBerry Anda yang tidak ingin tertinggal waktu sholat tiba. Caranya dengan scan QR code dari appworld di BlackBerry Anda atau mengetik keyword langsung dari aplikasi yang bersangkutan.

Prayer Adhan

Berbeda dengan prayer time, pada prayer adhan waktu sholat ditAndai dengan suara adzan yang terdengar dari smartphone Anda. Kelebihannya lagi, kita tidak perlu menyetting suara adzan karena otomatis ditentukan tanpa setting lokasi untuk menentukan waktu sholat. Kelebihan ini tentu saja bermanfaat bagi para traveller yang berada di beberapa tempat yang biasanya kesulitan menentukan waktu sholat setempat. Aplikasi yang memakan memori 1019 KB ini dapat diperoleh dengan scan QR dari appworld blacberry Anda atau mengetik keyword dari aplikasi yang bersangkutan.

Pray Time

Pray time tidak berbeda jauh dengan dua aplikasi di atas, hanya saja waktunya lebih spesifik yaitu hanya sebatas di wilayah Indonesia saja. Kelebihannya lagi, aplikasi ini tidak membutuhkan koneksi internet sehingga tidak menghabiskan memori internet Anda. Namun sayangnya kelebihannya tersebut membutuhkan memori yang besar sehingga hanya dikhususkan bagi pengguna BlackBerry playbook dan BlackBerry 10 saja.

bb

SalatMK

Aplikasi salatMK menyuguhkan informasi yang lebih luas lagi. Yaitu waktu sholat 5 waktu dengan pilihan adzan yang lebih dari satu atau hanya getar, kalender hijriah dengan dilengkapi hari besar Islam, serta arah kiblat dengan deteksi lokasi otomatis yang dapat dilakukan dengan menggunakan 4 cara yaitu Cell Tower, GPS Assisted, GPS dan Manual. Memori yang diperlukan untuk mendownload aplikasi ini adalah sekitar 608 KB.

Islamic Content

Aplikasi Islamic Content menyeguhkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan aplikasi di atas, yaitu pengingat waktu sholat, penunjuk kiblat, kalender Islami, dzikir harian, penunjuk lokasi masjid, kalkulator zakat, shalawat Nabi, berbagai doa sholat 5 waktu beserta niatnya, serta Al-qur’an digital.

Teman Ibadah

Teman ibadah merupakan aplikasi buatan anak negeri yang menyuguhkan informasi seputar Quote of the day, kisah religi, doa harian, kisah harian, tanya jawab seputar masalah Islam, informasi masjid atau mushola terdekat, informasi mudik, menyimpan jadwal Islami, digital wirid, jadwal imsak, Al-qur’an digital dan dapat juga digunakan untuk memposting kegiatan Islami yang Anda lakukan langsung ke twitter atau facebook. Aplikasi ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

 Islamic Pocket Guide

Aplikasi Islamic Pocket Guide ini sebenarnya hampir sama dengan aplikasi Teman ibadah, bedanya hanya bahasa yang digunakan dalam aplikasi ini bahasa Indonesia. Selain itu feature yang disuguhkan juga lebih bervariasi yang meliputi pengingat waktu sholat 5 waktu dengan pilihan suara adzan, suara manusia, ringtone atau pilihan nada lainnya, penunjuk arah kiblat dengan cepat menggunakan GPS, berbagai tulisan tentang Islam ke pengguna aplikasi lain yang tergabung dalam IPG community, jadwal imsak dan waktu sholat, perhitungan mundur sebelum masuk waktu sholat. Kelebihan aplikasi ini adalah tidak terlalu boros baterai meskipun menghabiskan memori yang lumayan besar. Namun manfaat yang dirasakan dari aplikasi ini sangat berguna bagi penggunanya karena lengkap.

Saya berharap informasi-informasi diatas dapat membantu Anda supaya bisa beribadah dengan lebih nyaman menggunakan perangkat ponsel Anda.

Selamat mencoba dan jika Anda suka dengan artikel ini silakan di klik suka (like) atau berikan komentar Anda di kotak komentar yang tersedia. Saya ucapan terima kasih atas kunjungan, kritik atau sarannya.

.

Penulis:

Nama: Nina Lia
Pekerjaan: Mahasiswi di Politeknik
Hobi: Membaca, Olahraga, Nonton Film dan Makan
Email: ninokikira@gmail.com
Blog: http://ninokikira.wordpress.com/

Leave a comment

Korea is The Safest Place on Earth

image

image

image

image

image

image

bismillah..

gak melebih-lebihkan juga..

terlepas dari status “gencatan senjata” yang masih diberlakukan hingga sekarang.. kadang gua mikir.. enak banget tinggal di korea itu.

kata “aman” di sini dalam pengertian hampir ga ada or gak gua temui penjambretan, pencurian or semacamnya. Gua bisa buka2 laptop mac tanpa rasa khawatir di kereta, bis atau taman. HP android or ipod touch pun asik dimainin d mana aja tanpa khawatir kecuri.

Contoh paling ekstrim juga adalah cewe sini..kalo pake celana itu super duper minim… yg kata pak ustadz mengundang nafsu syahwat. Mungkin bukan mengundang lagi kali ya.. tapi nyuruh dateng. pokoknya parah dah.. tapi, mereka tenang2 aja pulang sendirian tengah malam. Tanpa kuatir diganggu orang .. ataupun maaf.. diperkosa

Contoh lainnya adalah.. naro barang di sini di atas meja makan misalnya.. laptop or apa gitu.. gak ada yang ilang.. huehue

kecuali di asrama. Susu atau roti pernah ilang.. yang ngambil bukan orang korea juga ternyata.. tapi orang cina kebanyakan.. atau dari bagsa lain. Bukan sok belain.. tapi begitulah kenyataannya… hhh.. temen sekamar gua orang cina dulu n orang vietnam jg pernah gua lihat saling “mencuri” telur masing2 haha… hal kecil memang, tapi dari hal kecil2 seperti itulah penilaian kita terhadap seseorang terukir IMO.

Di sini.. kehilangan barang pun, dibalikin… kayak kotak pensil yang gak seberapa punya temen gua yg ketinggalan d kelas. Kernyata dikasih ke kantor univ.. hoho… dan temen gua ditelpon suruh dateng 😀 Dulu juga kejadian kartu2 ATM dan lain2 hilang.. berkali2 dan dibalikin.. hoho.. meski sempet ilang 20 rebu 😛 mungkin buat belanja d warung.

Anyway.. cukup kaget nerima kabar temen d indo ada yg bru aja kerampok d mobilnya tadi pg jam 8-an .. wew.. modusnya pun cukup klasik. ngetok2 jendela oleh beberapa orang naek motor. Bilang kalo bannya kempes.. Pas berhenti.. kena deh.. temen kehilangan tas berikut isinya.. dompet.. handphone.. dan netbook yg skin keyboardnya masih ada d korea.. hahaha dia nitip skin keyboard..tp blom sempet dikirim.

Allah mang maha penyayang.. temen gua masih dijaga keselamatannya.. tanpa kurang apa pun. Mobilnya pun gak ikutan dijambret.. sehingga kerugian bisa diminimalisir..

Sedih denger kabar itu.. mengapa seseorang mengambil jalan pintas. Padahal jalan yang benar juga mudh dan penuh kenikmatan. Smoga Allah memberikan petunjuk ke jalan yang benar bagi mereka.

oya.. mang agak parno..ada data2 pribadi di sana.. mudah2an gak berlanjut sampe datengin rumah temen gua itu apalagi jadi stalker.. naudzubillah deh.

Yak sekian dari gua untuk postingan kali ini.. pengen ngingetin temen2.. kita jangan sampe kalah ama negara yang atheis kayak korea ini.. mustinya orang yang beragama bisa bersikap lebih baik di hadapan Tuhannya.. semoga Indonesia selalu menuju lebih baik 🙂

, , ,

10 Comments

Students practice philanthropy across borders : Zohid

http://www.koreabrand.net/en/now/now_view.do?CATE_CD=0030&SEQ=1202

hoho.. I found my ex-room mate once in Sun Moon.. 😀 He becomes the president of SISA (SNU International Students Association)

yes, he was a very active guy.. congratulation for him.. 🙂

.

here is the article writing about him..

SISA students, Han Jin Lin, Xin Ying Ooi and Zohid Abdullaev, from left, play the digital piano they donated to the Saemmul Child Welfare Institution, as children from the facility listen on June 21. By Dilshod Gulamov

On the crowded third floor of the Saemmul Child Welfare Institution in Bongcheon-dong, Seoul, children were waiting impatiently in a line as nine foreign students in purple T-shirts from Seoul National University handed them presents during their visit to the facility on June 21. As soon as they received their gifts, the excited children ripped open the shiny wrapping paper to find packets of much needed stationery and other school supplies.

The gifts were donated by the SNU International Students Association, or SISA, which held a fund-raiser in May in conjunction with two other student groups. With the money they raised – 700,000 won ($594) – SISA purchased pens, notebooks and pencil cases, as well as a digital piano.

The Saemmul Child Welfare Institution, established 11 years ago, is a home for children whose parents have abandoned them after divorce and children with working parents in the low-income class. Of the 46 children cared for by the institution, which is located in the home of founder Min Oe-sun, 11 children live at the institution and 35 children go there after school and return home after dinner.

The institution’s services are free and the funding it receives from the district office goes only toward teachers’ salaries, which means the remainder of the facility’s expenses must either be raised from private sources or are paid for directly by Min.

“We wanted to donate our money to an institution that does not get enough outside funding,” said Luoyi Zou, a social welfare major who was responsible for looking for a place to donate the money. “I hope our donation makes people more aware of welfare centers that are facing difficult conditions and encourages them to contribute.”

Another reason the group chose Saemmul Child Welfare Institution is that it has the most children from multiracial families in Bongcheon-dong, where 13 children out of 46 are from mulitethnic families, said Zou.

On the day the SNU students visited, they shared their culture with the children. Xin Ying Ooi from Malaysia sang a song and Zou, from Jilin, China, performed a traditional dance from Tibet.

“I learned traditional ethnic dances of China when I was young, and it was very meaningful to show the children the traditional Tibetan dance and teach them about various ethnicities in China,” said Zou, who is also the vice president of SISA. “I hope the children will be more open-minded toward foreigners after this event.”

As soon as they had finished giving out the stationary, SISA members showed the digital piano to the children, who screamed with delight when they saw it.

“Every time I wanted to play the piano, I had to walk up three flights of stairs, but now there will be another piano on the first floor, so it’s going to be so convenient,” said a thrilled Yu Ji-hyeon, an 11-year-old girl who has studied the piano for about three months. “Sometimes we would get into fights because everyone was trying to play [the piano] at the same time, but we don’t have to do that anymore.”

“We only had one piano, so only five to six children could take lessons,” said Park Chae-hyeong, a social worker at Saemmul. “It was difficult to get funding from the local government for a new piano, even though we really needed one. I am very thankful to SISA for donating the digital piano. Many more children will be able to study and practice the piano from now on.”

SISA raised the funds through the International Food Festival, which was held from May 12 to May 13. The group co-hosted the event with SNU Buddy, a mentoring program for exchange students, and Pronesis, SNU’s official volunteer organization. Together, they invited chefs from nine countries such as Sweden, Uzbekistan and Kazakhstan who are currently living in Korea. The event was extremely successful with a net revenue of 7 million won, and the three co-hosts received 10 percent of the profits, all of which they decided to donate.

Zohid Abdullaev from Uzbekistan, the president of SISA, said they are planning to donate all the profits they earn from future International Food Festivals, which take place every semester.

Specific plans for the donations have not been determined yet, but he said he is very excited about the prospect of helping more people.

“We are very blessed to have the ability to give to others,” said Xin Ying Ooi, an economics major. “But sometimes, we are not content with what we have until we don’t have it. It’s not about money. It’s about giving and how sincere you are about giving.”

By Angela Park Contributing writer [angelapark89@gmail.com]

,

4 Comments

just a friend of mine

bismillah..

Hari ini datang anggota baru keluarga cheonan. Hasrul…

Temen akrab sejak project di Dahlia.. kita tadinya gak terlalu kenal.. cuman say hi aja.. 😀

Tapi ternyata ada beberapa kecocokan dari cara berpikir dan bertindak.. jadilah kita team.. yeah..

Dia punya cara berpikir yang unik tentang sesuatu, meski sering gak sensitif tentang hal sederhana, tapi dari garis besar dan keberanian dia gak diragukan lagi kemampuannya. Gak tau malu jg tuh anak.. wakaka.. bisa membuat gua jadi terpancing jg buat maju.. kkk.. potonya kagak ada dulu.. nanti deh di-update.. 😀

Untuk beberapa hari ini, dia bakal tinggal bersama kita di apate.

Hongik Apate

Hongik Apate

Apate sederhana, namun cukup banyak penghuninya.. kec*ak.. ewh.. :S

Kita sering ingin memiliki rumah besar.. padahal, dengan rumah besar itu, hati yang besar harus dibangun pula. Agar rumah itu tidak terasa kosong, meski berisi banyak barang2.

Apate kita kecil, tapi cukup padat.. padet banget, ampe2 naro barang aja susah. kkk..

Gak terasa dah 6 bulan tinggal di sini, jum’at nanti kita bakal pindah ke dorm. Kembali ke dunia aman sentosa dan nyaman tentram.. tapi makanan agak susah.. hehe.

Tinggal di apate memiliki keunggulan dari segi akses resource yg mudah. Kendaraan jg mudah. Lingkungan yang cukup bebas untuk pulang pergi kapan aja. Tempat yang bisa kita bikin jadi apa aja *masak2 bebas, nerima tamu bebas, TKI misalnya* , buat tempat belajar jg bisa.. intinya bisa nambah pemasukan.

Tinggal di asrama nanti, fasilitas2nya sudah praktis bisa kita pake, tapi kebebasan memang berkurang. Apalagi satu kamar akan dihuni 4 orang mahluk.. serem2.. kkk..

Kalo sial, bakal tinggal ama orang yg gak asik. Dan merana lah kita di sana.. huhu..

Waktu pertama kali tinggal di apate, gua bareng dua orang uzbekistan. Yang satu ada keturunan korea, ternyata banyak orang korea mengungsi ke uzbekistan waktu zaman penjajahan jepang waktu itu, sehingga mereka sudah jadi warga negara uzbek. Mungkin laen kali bisa diceritain. Sekarang lagi sedikit gak fit.. keknya gara2 kepanasan tadi siang.. *manja deh*

Tadinya jg malah pengen posting tarawih dan tata caranya.. tapi.. tapi.. -__-.. besok aja ah..  soalnya selasa ini ada lab meeting, and i’ve done nothing. LOL. *as usual*

,

2 Comments

%d bloggers like this: