Remember The Titans


bismillah..

Titans berasal dari mitologi yunani..  bisa di baca di sini..

Singkat cerita, Titans adalah para dewa-dewa yang menumbangkan pendahulunya.. yang sebelumnya dipimpin Uranus. Gua gak tau gimana kabar si Uranus..😛 si Zeus akhirnya yg menjadi dewa para dewa.

Titan sering jg dipakai untuk merujuk pada orang-orang berbadan besar. Iya, besar dalam artian sebenarnya. Titanic contohnya.. kapal pesiar terbesar yang pernah ada *CMIIW*

Remember The Titans

Remember The Titans

Remember The Titans

Yang pengen gua bahas hari ini adalah sebuah film bercerita tentang para titans..  yang memang berbadan besar. Ini sekali adalah pelem yg jadul.. wekeke.. taun 2000😀

Para Titan ini adalah siswa-siswa SMU di suatu daerah di Amerika,  Alexandria, negara bagian Virginia.  Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1971.  Kisah nyata yang merubah kota Alexandria menjadi daerah yang lebih ramah.

Awal cerita, di kota itu tinggal banyak orang kulit putih dan kulit hitam.  Mereka tinggal berkelompok2 sesuai warna kulit mereka. Dan pertengkaran sering terjadi, hanya karena masalah sepele. Kebencian tumbuh lekat di dalam hati mereka. Mereka bilang.. “They always hate us” ke masing-masing musuhnya. Banyak alasan untuk dapat bertengkar dan berselisih. Tapi, tim sepak bola (rugby/football) mereka “The Titans” akan merubah wajah lingkungan itu.

Secara tiba-tiba, pelatih kulit putih tim itu diganti oleh seorang pelatih kulit hitam “Herman Boone” diperankan oleh Denzel Washington. Ada alasan politis dari kelompok kulit hitam untuk melakukannya, tentunya mengangkat derajat mereka tuk turut bisa bermain di tim football itu.. sebelumnya, tidak ada orang kulit hitam yang bisa bermain di situ. Setelah pelatih berganti menjadi negro, maka orang kulit hitam bersorak-sorai dan berduyun-duyun tuk bergabung menuju kejuaraan. Pelatih Boone jg memiliki kemampuan melatih yang terkenal hebat karena dapat membawa tim sebelumnya menang kejuaraan sebanyak 5 kali berturut-turut.

Sejak tibanya pelatih Boone di lingkungan perumahan orang kulit putih, para tetangganya sudah berpikir miring tentang keluarga itu.. tentu tanpa alasan yang jelas. Ya…namanya dah benci gitu loch..kkk..

Pelatih Boone memiliki sikap tegas dan tidak pandang buluh terhadap para muridnya. Dia menekankan warna kulit dan perbedaan-perbedaan yang mereka miliki tidak menjadi masalah karena mereka punya tujuan yang sama.. “MENANG”. Dengan sikap bambu besi.. *nah lo.. bambu mana ada yan besi* , Boone membawa anak-anak kulit hitam dan putih ke sebuah camp selama 2 minggu. Di sana, mereka dilatih secara fisik dan mental ala militer. Di sanalah para siswa-siswa tersebut diperintahkan untuk satu kamar dengan warna kulit berlawanan. Tentunya di awal-awal banyak pertengkaran dan perselisihan.. mereka tidak mau kalah, merasa saling benar dan membela anggota kelompoknya meski salah. Ada satu orang gemuk.. yang berkulit putih baru tiba dari luar kota, masih polos dan tidak tahu mengenai konflik di kota tersebut. Ia lah yang menjadi penyulut persahabatan antar dua kelompok kulit itu. Si gendut ini.. gua lupa namanya.. haha.. terakhir2 dia dikabarkan telah menjadi bussinessman yang sukses, entah bisnisnya apa..😛

Mereka pun ditugasi untuk saling mengenal teman sekamarnya. Hal-hal sederhana, seperti siapa ayahnya, pekerjaannya, dan hal-hal sepele lainnya. Hal yang membuat mereka bisa jadi dekat dengan sesamanya. Ada dua orang yang keras kepala dan tidak mau saling berbagi, Gerry dan Julius. Justru merekalah yang akhirnya benar-benar paling akrab. Mereka berdua adalah kelompok defense di tim football. Badannya gede dan keker.. *ewww* Gua terharu kalo liat mereka lagi misahin temen2nya yang lagi berantem.. bigger muscle means lower profile man.. hihi.. jangan buat sombong2an lah..😀

Setelah mulai mengenal, dan saling jujur tentang apa yang mereka benci dari sikap temannya. Mereka jadi benar-benar bersatu, akrab. Sikap terbuka dan jujur memang selalu membawa kebaikan pada akhirnya. Mereka punya satu tujuan… “MENANG” *lagi2.. ahahay..*

Kelompok negro yang suka nyanyi soul gitu.. akhirnya mempengaruhi bule2.. pada ikutan nyanyi pas pulang dari camp.. hihi..

Saatnya mereka kembali dan menghadapi kenyataan. Hari pertama mereka benar2 suram. Orang2 kulit putih berdemo di depan sekolah mereka. Menuntut dibubarkannya sekolah itu atau diusirnya orang kulit hitam. Sekolah TC Williams memang baru mengalami “merger” dengan sekolah kulit hitam, sehingga murid2nya gabungan dari dua kelompok tersebut. Pacar Gerry pun menolak saat diajak kenalan dengan Julius.. sikap sinis dan menganggap kelompok lainnya “membenci” mereka. Kenyataan yang pahit harus mereka hadapi, di saat mereka baru saja memahami artinya kebersamaan dalam perbedaan. Hanya satu yang dapat mereka lakukan, membuktikan bahwa warna kulit tidak berpengaruh di lapangan football. Mereka harus menang.. *lagi2 menang* untuk membuktikan kepada dunia seberapa dekat mereka untuk dapat bekerja sama.

Hasil yang cukup mencengangkan pada pertandingan pertama, mereka menang tipis. Mereka terpengaruh oleh lingkungan sekitar untuk saling membenci warna kulit lain. Kebencian yang sia2. Sebelum pertandingan kedua di mulai, mereka berkumpul di lapangan dan menyatukan pikiran mereka.. kalo kata gua sih cukup dramatis.. Gerry dan Julius di tengah kerumunan..teriak2 tentang apa yang mereka telah alami dan mereka akan menjadi apa. Sebuah kejadian dramatis..🙂 I like it when they did that to spririt up the team.

Sebuah welcoming dance tercipta.. jadi ciri khas mereka ketika memasuki lapangan. Mirip tarian dari afrika.

Dari situ, prestasi mereka gilang-gemilang.. tanpa cacat. Mereka berhasil menang 12 kali pertandingan. Para penonton pun.. pendukung mereka dari kota Alexandria turut merasakan perjuangan mereka. Perbedaan-perbedaan yang ada dapat terlupakan karena keberhasilan tim mereka menuju kejuaraan tingkat negara bagian Virginia. Mereka bersorak-sorai dan berpesta. Mereka larut dan berbaur.. dalam kebahagiaan yang sama.

Kejadian yang menyayat hati tim terjadi ketika Gerry sedang mengendarai mobil menekan pedal gas terlalu kencang.. tidak menyadari dari jalur lain ada mobil yang sedang melintas dari sisi kiri perempatan jalan. Mobil Gerry tertabrak cukup fatal. Gerry mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Meruntuhkan impiannya dan timnya. Kesedihan melanda tim tersebut. Pelatih Boone merasa harus tetap melanjutkan perjuangannya.. mereka harus “MENANG”. Bill, pelatih sebelumnya tim tersebut yang digantikan oleh Boone mengatakan kepadanya .. bukan soal menang saja, tapi soal perasaan mereka. Boone memang sangat keras dan selalu mengharapkan kesempurnaan dari anggota timnya. Tanpa terkecuali. Bill, pada sisi lain, menghargai apa pun usaha yang dilakukan oleh murid2nya. Dia berjiwa besar, cukup besar untuk dapat menerima Boone menggantikan posisinya pada tim tersebut.

Boone pun akhirnya menyadari hal tersebut, sikapnya yang terlalu perfeksionis telah melukai murid2nya.. dia harus mulai berusaha memahami perasaan orang lain, memahami bahwa Gerry telah berupaya begitu keras selama ini.. dan dia harus dihargai, diberikan perhatian yang cukup. Boone mengatakan kepada timnya sebelum mulai pertandingan terakhir mereka musim ini. “It’s not all about winning” , dia mengharapkan timnya dapet menikmati pertandingan tersebut dan tidak menyia-nyiakan perjuangan Gerry selama ini. Ada berita besar pula.. si Gendut yang ceria tadi .. ternyata mendapat nilai C+ .. nilai tertinggi selama ini, dan membuatnya dapat melanjutkan ke kuliah. Nilai kecil mungkin bagi kita, tapi C+ adalah segala2nya baginya, layaknya orang yang biasa makan nasi aking setiap hari dan menemukan nasi uduk sebagai sarapannya.. sedaaap.. ^^ o ya.. si Gendut ini mencapai peningkatan nilai karena dibantu konsultasi oleh Boone setiap minggu.

Di pertandingan terakhir ini.. ada sedikit detail yang keknya gak usah diceritain.. hehe.. soal mengakui kelebihan orang lain dan membiarkan orang lain mengambil alih demi kemenangan tim.. hal yg sulit buat gua lakuin..😛

Dan.. yak.. predictable.. mereka menang.. huhuy…

Agak klise sih sebenernya soal yang “berbeda” akhirnya jadi satu karena “terpaksa” atau karena keadaan membuatnya begitu. Kayak kisah2 cinta di pelem.. dari benci jadi rindu.. dan laen2.. hehe.. Semakin besar kebencian orang terhadap sesuatu, maka semakin besar kecintaannya saat ia sudah bisa menerimanya.  Kalo kata quote aye.. lupa dari mana asalnya.. Lawan dari cinta bukanlah benci, tapi ketidak pedulian. Lawan dari benci bukanlah cinta, tapi ketidak pedulian.😀

Dan tim “The Titans” pun layak untuk diingat.

Perjuangan mereka.

Kisah persahabatan mereka.

Kenyataan pahit yang dihadapi.

Jiwa besar mereka menerima perbedaan.

Kejujuran mereka.

Remember The Titans..

~It’sNotAllAboutWinning

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: