Telepati..


bismillah..

Pernah gak ngebayangin kalo manusia bisa telepati? Gimana rasanya.. mudahnya.. rumitnya.. atau bahkan lucunya.. :))

Kalo orang bisa telepati, perlu gak bahasa pengantar? Apakah telapati itu bisa melewati batasan bahasa yg digunakan, karena dapat menghantarkan maksud dari sumber. Ataukah masih perlu berbahasa? karena sebenarnya yg dihantarkan dalam telepati adalah ucapan atau sinyal2 bahasa yg kita gunakan sehari2? hm…

Kalau yg kedua .. telepati sebagai pengganti berbicara, maka keuntungan yg didapat adalah hemat energi *gak perlu capet gerakin lidah*, mengurangi polusi suara *tapi mungkin polusi sinyal lebih banyak :P*, dapat lebih cepat menghantarkan pesan *gak perlu mencet tombol telepon buat ngomong ama dia.. or kirim sms*, mempermudah komunikasi hampir tanpa batasan waktu dan tempat *tentunya dengan ketersediaan jaringan*, dan mungkin keuntungan2 lainnya.. ibaratnya bayangin aja kalo handphone ditempel diotak, dan kita bisa langsung ngomong lewat hp tanpa suara.

Teknologi seperti ini sudah ada yg mencontohkan di film Ghost In The Shell (GITS). Orang2 di zaman itu sudah ditanam dengan cyber brain yang sudah berisi pemancar dan penerima gelombang radio. Jadi kita bisa ngobrol gitu tanpa gerakin lidah, bedanya adalah kita jadi orang oon yg bengong waktu ngomong ama orang di seberang sana.. hihi..

Kalo yg pertama tadi.. mengantarkan knowledge.. rumit kelihatannya. Hal ini berkaitan erat dengan “Knowledge Externalization”. Hingga saat ini, soal knowledge alias pemahaman tentang sesuatu tidak terjadi dengan seketika, tapi harus mengalami tahapan2 tertentu di otak. Mulai dari perception, learning, communication, association and reasoning. Eitts.. jangan tanya gua arti dari itu semua.. kkk.. gua cuman copy paste dari wikipedia.😀 Kira2 intinya mulai dari sadar akan keberadaan knowledge (dari keingintahuan atau keterpaksaan), mempelajari, berkomunikasi dengan sumber knowledge (entah buku atau orang atau mahluk lain), mengaitkan dengan knowledge yg telah kita miliki sebelumnya, dan yg paling tinggi adalah mampu mengambil kesimpulan. Kesimpulan di sini tidak bisa dibilang benar dan salah secara hitam putih, tapi lebih ke arah subyektifitas dari si pembuat kesimpulan, yang tentunya berdasar atas jumlah dan seperti apa informasi yg telah diterimanya.

Okeh.. cukup rumit kan untuk bisa memiliki knowledge terhadap sesuatu? Jadi inget film romantis, Tokyo Love Story *kimochii.. ^^* . Dulu waktu kecil nonton pelem itu gua keseeeel banget ama si Satomi yg akhirnya mendapatkan Kanji. Gua keseeel banget jadi pengen gimana gitu.. hehe.. Tapi sekarang, gua memahami.. kalau mereka berdua memang saling mencintai, tapi tidak ditakdirkan untuk menikah. Si Kanji hampir jadi milik Rika, tapi Satomi gak berhenti berjuang menahan kepergian di saat terakhir2.. sedangkan si Kanji masih dalam kalut untuk menentukan sikap. Akhirnya Kanji memilih Satomi. aaaah… kesel.. hehe.. itu dulu.. tapi sekarang gua paham. Dan gua malah semakin menghargai hubungan mereka berdua. Hubungan yang tulus, terutama cinta dari si Rika yang benar2 mampu berkorban dan memberikan apa yg ia mampu untuk orang yang ia sayangi. Sikap si Kanji yang setia dan tidak mudah pudar untuk bisa menyayangi Satomi.. huhu.. Seandainya mereka berdua bertemu lebih dahulu..😛 kkk.. jadi curcol gak jelaz..

Ok.. back to the main topic. Kayak gitulah yg gua alami, perasaan gua mang beda banget dulu dan sekarang. Dan gua pengen nangis.. pengen banget meluk si Rika.. *LOL* karena dia kedinginan sendirian di pinggir jalan nungguin si Kanji yg benar2 bimbang gitu bo..😛 Gua lebih paham perasaan mereka. Itulah knowledge. And it took 10 years more for me to get the meaning.. hehe.. how slow isn’t that..?

Kalau ekternalisasi pengetahuan *knowledge externalization* itu bisa dilakukan, disimpan, disebarkan, maka, no need for words. It is all inside our head and just need to transfer it. I wish I could. Meski, di sisi lain, dapat juga dilihat permasalahan dari adanya knowledge externalization ini yaitu kurangnya individualitas dari setiap orang. Karena, setiap orang dapat dengan mudah memilki knowledge akan sesuatu, yang artinya juga perasaan dan pemahaman akan sesuatu terdistribusi pula. Dan kemungkinan orang akan sulit mengenali siapa dirinya. haha.. quite funny actually. Contohny ada di film GITS jg, ada robot namanya Tachikoma yang setiap kali selesai tugas akan dilakukan sinkronisasi data, akhirnya mereka jadi bingung dengan siapa yg telah melakukan apa… LOL.. itulah yg mungkin terjadi, berkurangnya individualitas, yg artinya kita akan menjadi seperti robot, atau bahkan lebih buruk, mirip sel organ yg memiliki fungsi tertentu di tubuh. *karena fungsi kita pun bisa diprogram dengan knowledge yg dimiliki*

Sebuah drawback yang cukup berat dihadapi untuk distribusi knowledge.

Contoh knowledge yg bisa di share itu ada di film Macross Frontier. Yang memiliki share knowledge ini adalah serangga yg menjadi musuh utama di film itu. Malah knowledge ini terdistribusi dengan setiap individu adalah node yg menentukan path dari jaringan syaraf, seperti halnya di otak. Sehingga tidak ada individu yg menyimpan pengetahuan dalam waktu lama, hanya short term memory. Setiap individu pun berkomunikasi dengan “Space Folding” LOL.. sebuah konsep melipat ruang sehingga perjalan jadi super cepet.. haha… impossible..😛

Tapi, itulah yg emang gua alamin saat ini, atau lebih tepatnya saat itu. Saat kata2 tak pernah terucap secara langsung. Saat bahasa tubuhpun terhalang akan ruang dan pandangan. Saat gua cuma bisa diam dan menunggu karena maju pun cukup jelas apa respon yang gua dapat. Saat menjauh dilakukan padahal tidak ada yang mendekat. Saat itu, gua pengen sampein knowledge gua ke seseorang. Saat itu, saat ini pun masih, gua pengen sampein betapa gua peduli sama dia, betapa gua gak pengen dia sedih, betapa gua gak pengen dia menjauh, betapa gua berharap dia bahagia. Dan juga, betapa gua pengen bantu dia tanpa mengharapkan balasan dari dia.

Wallahu ‘alam

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: