um.. would you marry me? ^^’


bismillah..

Iya.. saya ucapin ini ke kamu..

gak percaya?😛

hehe.. yg pasti gua bakal ngucapin itu *minimal* ke seorang wanita *ya iyalah.. mosok cowo..*

I wonder when will the time come, lirik lagu ini pun isinya ngena banget, bikin gregetan.. yg nyanyi pun imut.. *gak jelas mode on*

Yah.. gitu deh.. akhir2 ini juga gua ngerasa makin tua, dah pengen ultah 2 bulan lagi.. dan gua udah gak bisa dibilang muda lagi *sok tua*

*Wew.. gua baru tahu bisa juga ngelarang embed*

Ini persi lagunya ajah, tapi seruan nonton pideonya siy😛

Translation Mahou no Kotoba -Would you marry me?
You’re not always like this, but you’re worried
Even though I’ve already decided
It’s not too late, ok! Even if it’s right now
Ok! Just give me an answer

I’ve just got to tell you
The feelings that are in my heart

“Would you marry me? honey”, Congratulations now
At last I’ve come across those magic words
This very trivial beginning
Will change into a very big love

Your eyes that you pretend are tough, and your slightly clumsy mouth
Your plain and tear-stained face

But none the less, I’m always longing
For your dignified form

You know what’s more important
Than anything to me!

The miracles that I’ve come across in this vast world
They’ve been grandiose, but that’s fate
Even when the two of us soon grow old
Please give me a kiss after we’ve had a fight

I wonder if one day I’ll happen across them
Those magic words, ah…

“Would you marry me? honey”, Congratulations now
At last I’ve come across those magic words
This very trivial beginning
Will change into a very big love

hehe..

change a topic then..

Saat tulisan ini dibuat, sedang terjadi pergolakan di tanah Palestina. Israel menyerang daerah Gaza, menunjukkan betapa sulitnya menjadi golongan yang lemah. Kapan umat Islam bisa kuat? kapan kita bisa bilang dengan semangat, “saya muslim, yg telah menguasai teknologi ********* itu lho?” . Gua agak ragu, perubahan yg hakiki dapat diciptakan dengan teriakan2 kosong, dan lemparan batu yg hanya mencubit. Gua meragukan itu. Gua berpikir untuk menyatukan teriakan dan batu2 itu pada satu waktu yang tepat. Lepaskan tanpa keraguan, kemenangan ada di depan mata. Terlihat memang, nyawa sekarang tidak ada harganya dibandingkan keuntungan golongan. Gua ngerasa orang2 yahudi itu pun sebenarnya memiliki kebencian yg sama terhadap musuhnya (kita). Mereka merasa telah didesak dengan mortir2 yg telah membunuh beberapa orang dari mereka. Tapi.. ya sudahlah.. namanya mati gak bisa dimajuin or dimundurin.. Hanya Allah yang berkehendak akannya.

Postingan itu kok jadi melebar dan melembung.. harusnya dua posting ya.. tapi mang gua gak mau ngangkat postingan kedua dulu, let see what happen next. Let’s pray for the best. *deeply in sorrow*

~idungGuaMampetRadangTenggorokanDuaHariMeriangT_T~

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: