kemarenn….


Basmallah

Kesederhanaan, hal yang sering ku cari beberapa waktu ini.
Simplicity kalo kita kerennya bilang.
Banyak hal yang dibuat rumit, hanya karena orang tersebut ingin menunjukkan bahwa ia lebih unggul dari orang lain, namun dengan usaha yang cukup, Insya Allah kerumitan tersebut akan menjadi hal yang mudah.

ganti topik ah, di atas situ gak jelas ngomong apa.

Kemaren ada berita yang cukup mengagetkan gua, yaitu munculnya perintah untuk motor menyalakan lampu di siang hari di jalanan, aneh memang awalnya, tapi karena pikiran gua yang masih sangat picik dan sempit, ternyata di daerah lain peraturan tersebut telah diberlakukan dari jauh-jauh hari, terutama di Singapura, katanya bisa mereduksi jumlah kecelakaan lalu lintas sekitar 90% di Surabaya.

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=161398

Boros kali ya? Tapi apa memang akan berhasil? Kita lihat saja…

Yang gua harapin sih emang jumlah kecelakaan akan berkurang, namun dengan berlakunya aturan ini, bagaimana ya??? hmm.. apa nanti suatu saat akan ada imunitas dari mata para pengendara mobil yang tidak menghiraukan lagi adanya lampu yang disorotkan dari motor yang ada di belakangnya? Sehingga menjadi hal yang percuma gitu? entahlah, ya.. gua harap sih akan terus turun jumlah kecelakaan.

Menurut gua yang lebih harus dibina adalah kesadaran dari para pengguna motor untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Karena banyak sekali pelanggaran yang kita lihat terjadi, terutama oleh para pengendara motor. Mereka, termasuk gua mungkin (hehe… jarang2 sih nglanggar) dengan mudahnya menerobos lampu merah, naik ke trotoar jalan, dan menerobos di kemacetan, terutama lagi menyalip mobil yang ada di depannya tanpa terlebih dahulu menyalakan lampu sen. Itulah yang harusnya ditaati dahulu, peraturan dalam melakukan perpindahan jalur dan lain-lain yang kaitannya adalah penyampaian pesan kepada pengendara lain, hendaklah ditaati, sehingga pengendara lain tidak akan salah mengartikan apa yang akan kita (pengendara motor) sedang atau akan lakukan.

Satu hal lagi yang utama adalah mengenai pembuatan SIM. Selama ini pembuatan SIM hanyalah formalitas, tidak ada yang namanya pengujian dan kelayakan dari calon pemegang SIM, yang ada adalah penjualan SIM kepada masyarakat oleh oknum aparat kepolisian. Mereka menawarkan pembuatan SIM tanpa melalui proses pendidikan dan pengujian, hanya dengan membayar sejumlah uang tertentu maka semuanya bisa dilewati. Mereka tidak memperdulikan pemahaman tentang peraturan dan keselamatan dalam berkendara di jalan raya, yang mereka tahu hanyalah ada orang yang butuh bantuan dan kita dapat membantunya tentunya dengan imbalan yang tidak seberapa kiranya (sambil terbahak2). Yang terjadi adalah banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para pemilik SIM, mereka hanya pikir tidak ada yang melihat mereka dan mereka sedang dalam kepentingan yang amat mendesak yang membuat mereka merasa berhak untuk melanggar peraturan yang ada, tanpa perlu memperdulikan kepentingan dan keselamatan orang lain. Tindakan yang egois bukan?

Padahal mereka sering meledek bangsa sendiri, yang mengatakan kapan bangsa kita bisa maju seperti bangsa yang ini atau yang itu ya? Mereka tidak melihat ke dalam diri mereka sendiri, sudah seberapa baikkah jiwa dan kepribadian mereka? sudah seberapa bersihkan hati mereka? Sudah seberapa kuatkan tekad mereka dalam meraih cita? Sudahkah mereka memiliki Cita? Apakah mereka mau berkorban untuk orang lain dan kemajuan bangsanya? Kapankan mereka mulai memikirkan tentang masa depan yang tampaknya jauh, tidak hanya berpikir tentang hari ini ataupun paling jauh esok hari? Dan juga segudang lebih pertanyaan yang kiranya masih sulit dijawab dengan jawaban “kami sudah”. Mereka mungkin menertawakan pertanyaan ini. Tapi itulah yang terjadi semakin mereka menjelekkan bangsa sendiri, semakin hancur bangsa ini.

Lampu memang dapat menerangi jalan, dan lampu dalam hati kiranya juga dapat menerangi hati. Program yang cukup menarik juga sih untuk menyalakan lampu motor di siang hari, karena gua sempat kaget, dan kemudian sempat meledek orang yang menyalakan lampu, “kenapa itu orang nyalain lampu padahal udah siang?? dasar bocah”. Ternyata yang bocah adalah gua, hahaha… Gua baru pengen gerakin tangan gua nandain kalo lampu itu motor nyala tuh kalo ada yang lewat lagi, tapi emang susah sih sambil naek motor.

Umur gua tinggal berapa lagi ya? ^_^!

reference:
http://www.vikingkarwur.com/blog/archives/upload/2005/10/surabaya-1-motor.jpg

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: