Akhirnya…………


Basmallah

Laper deh rasanya sekarang…
Padahal tadi pagi gua baru makan banyak banget di warung nasi mpo. Makan nasi goreng khas si Mpo.

Hari ini, tadi pagi, tepatnya jam 4.50-an (gak tepat ya??), Bapak nelepon dari rumah, memberi tahu bahwa Nyai (Nenek) , Ibu dari Bapak, meninggal dunia. Sulit rasanya mengungkapkan rasa hati ini. Banyak kenangan yang gua alamin ama Nyai. Yang paling gua inget banget itu waktu gua nangis minta digendong (6 tahun kali waktu itu) ama Nyai, gua ampe nangis-nangis gitu. Akhirnya dengan badannya yang sudah pula sangat renta kala itu, gua digendong juga deh…..
Baee… banget ama gua. Kalo ada apa-apa suka bercanda. Ini lah kali keduanya gua kehilangan anggota keluarga gua yang dekat dengan gua. Yang pertama adalah Encang gua (Bibi), kakak dari Bapak. Meninggal karena sakit di bagian pencernaan. Awalnya tampak sepele, tapi setelahnya menjadi parah dan akhirnya meninggal.

Nyai gua sebenarnya kuat fisiknya, hanya Nyai itu banyak pikiran, yang membuatnya merasa tidak sehat terus menerus. Beliau selalu memikirkan anaknya yang spesial, meski pada satu waktu beliau memikirkan anaknya yang lain. Anak yang dianggap istimewa itu adalah anak pertamanya, ia sangat disayang oleh Nyai, dan membuat orang tua gua terkadang marah karena dari sudut pandang mereka anak pertama Nyai itu gak terlalu mempedulikan keadaannya, gak pernah ngejenguk dan gak pernah bagaimana gitu buat nunjukin kalau dia merhatiin ibunya. Dan dari Nyai sendiri bersikap sangat protektif dan sangat sayang dengan anaknya, membela dan seringkali menyinggung anaknya yang lain. Itulah yang terjadi… Konflik sederhana tiada henti.

Kembali hal ini membuat gua berpikir tentang apa makna hidup untuk gua. Kesemuanya akan berakhir entah hari ini, besok, minggu depan, atau mungkin bulan depan, atau bisa juga tahunan. Tapi itu semua punya batas. Dan gua udah ngeliat secara batasnya. Cukup menyesal pula di kedua saat-saat terakhir kepergian keduanya, gua gak berada dekat di sisinya, pagi ini pun, saat Nyai gua akan dikubur gua gak bisa dateng dulu karena ada presentasi yang akan dilakukan siang ini.

Yang ada dalam pikiran gua saat ini adalah saat-saat terakhir keduanya. Bagaimana rasanya Nyai ketika menghadapi saat terakhirnya, dan apakah saat itu ada seseorang di sampingnya. Soalnya Nyai itu cerewet banget dan kalo malem bisa tiap setengah jam minta ke wc, bilangnya sih mau kencing, tapi gua gak yakin beneran, gua berusaha mahamin kalau beliau itu kesepian, ingin ada seseorang yang menemani. Gua khawatirnya di detik-detik terakhir hidupnya orang-orang di rumah gua lagi pada cuek, karena ada perkiraan paling cuma minta kencing dan disuruh gak jelas gitu. Kalau ada orang yang didekatnya kan mendingan, jadinya mereka menemani Nyai hingga terakhir dia di alam ini. Menemani untuk menyebut tauhid. Perkataan yang menjamin manusia masuk ke surga. Itu kata nabi. Tapi Nyai… Gua harepin sih cepet-cepet masuk ke surga gak ke neraka dulu. Dan di alam kubur mudah-mudahan beliau dirawat dengan baik.

Bagaimana nanti gua setelah meninggal, apa yang gua rasain. Gua dibilangin bakal masuk ke alam kubur. Di sana nanti ada malaikat yang menanyakan gua perihal keimanan, dan apa yang gua perbuat di dunia, secara singkat. Dihukum, dan sendirian dalam ruangan yang kecil.

Mau ke mana gua nanti??

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: