You are currently browsing the tag archive for the 'movie' tag.

bismillah..

Titans berasal dari mitologi yunani..  bisa di baca di sini..

Singkat cerita, Titans adalah para dewa-dewa yang menumbangkan pendahulunya.. yang sebelumnya dipimpin Uranus. Gua gak tau gimana kabar si Uranus.. :P si Zeus akhirnya yg menjadi dewa para dewa.

Titan sering jg dipakai untuk merujuk pada orang-orang berbadan besar. Iya, besar dalam artian sebenarnya. Titanic contohnya.. kapal pesiar terbesar yang pernah ada *CMIIW*

Remember The Titans

Remember The Titans

Remember The Titans

Yang pengen gua bahas hari ini adalah sebuah film bercerita tentang para titans..  yang memang berbadan besar. Ini sekali adalah pelem yg jadul.. wekeke.. taun 2000 :D

Para Titan ini adalah siswa-siswa SMU di suatu daerah di Amerika,  Alexandria, negara bagian Virginia.  Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1971.  Kisah nyata yang merubah kota Alexandria menjadi daerah yang lebih ramah.

Awal cerita, di kota itu tinggal banyak orang kulit putih dan kulit hitam.  Mereka tinggal berkelompok2 sesuai warna kulit mereka. Dan pertengkaran sering terjadi, hanya karena masalah sepele. Kebencian tumbuh lekat di dalam hati mereka. Mereka bilang.. “They always hate us” ke masing-masing musuhnya. Banyak alasan untuk dapat bertengkar dan berselisih. Tapi, tim sepak bola (rugby/football) mereka “The Titans” akan merubah wajah lingkungan itu.

Secara tiba-tiba, pelatih kulit putih tim itu diganti oleh seorang pelatih kulit hitam “Herman Boone” diperankan oleh Denzel Washington. Ada alasan politis dari kelompok kulit hitam untuk melakukannya, tentunya mengangkat derajat mereka tuk turut bisa bermain di tim football itu.. sebelumnya, tidak ada orang kulit hitam yang bisa bermain di situ. Setelah pelatih berganti menjadi negro, maka orang kulit hitam bersorak-sorai dan berduyun-duyun tuk bergabung menuju kejuaraan. Pelatih Boone jg memiliki kemampuan melatih yang terkenal hebat karena dapat membawa tim sebelumnya menang kejuaraan sebanyak 5 kali berturut-turut.

Sejak tibanya pelatih Boone di lingkungan perumahan orang kulit putih, para tetangganya sudah berpikir miring tentang keluarga itu.. tentu tanpa alasan yang jelas. Ya…namanya dah benci gitu loch..kkk..

Pelatih Boone memiliki sikap tegas dan tidak pandang buluh terhadap para muridnya. Dia menekankan warna kulit dan perbedaan-perbedaan yang mereka miliki tidak menjadi masalah karena mereka punya tujuan yang sama.. “MENANG”. Dengan sikap bambu besi.. *nah lo.. bambu mana ada yan besi* , Boone membawa anak-anak kulit hitam dan putih ke sebuah camp selama 2 minggu. Di sana, mereka dilatih secara fisik dan mental ala militer. Di sanalah para siswa-siswa tersebut diperintahkan untuk satu kamar dengan warna kulit berlawanan. Tentunya di awal-awal banyak pertengkaran dan perselisihan.. mereka tidak mau kalah, merasa saling benar dan membela anggota kelompoknya meski salah. Ada satu orang gemuk.. yang berkulit putih baru tiba dari luar kota, masih polos dan tidak tahu mengenai konflik di kota tersebut. Ia lah yang menjadi penyulut persahabatan antar dua kelompok kulit itu. Si gendut ini.. gua lupa namanya.. haha.. terakhir2 dia dikabarkan telah menjadi bussinessman yang sukses, entah bisnisnya apa.. :P

Mereka pun ditugasi untuk saling mengenal teman sekamarnya. Hal-hal sederhana, seperti siapa ayahnya, pekerjaannya, dan hal-hal sepele lainnya. Hal yang membuat mereka bisa jadi dekat dengan sesamanya. Ada dua orang yang keras kepala dan tidak mau saling berbagi, Gerry dan Julius. Justru merekalah yang akhirnya benar-benar paling akrab. Mereka berdua adalah kelompok defense di tim football. Badannya gede dan keker.. *ewww* Gua terharu kalo liat mereka lagi misahin temen2nya yang lagi berantem.. bigger muscle means lower profile man.. hihi.. jangan buat sombong2an lah.. :D

Setelah mulai mengenal, dan saling jujur tentang apa yang mereka benci dari sikap temannya. Mereka jadi benar-benar bersatu, akrab. Sikap terbuka dan jujur memang selalu membawa kebaikan pada akhirnya. Mereka punya satu tujuan… “MENANG” *lagi2.. ahahay..*

Kelompok negro yang suka nyanyi soul gitu.. akhirnya mempengaruhi bule2.. pada ikutan nyanyi pas pulang dari camp.. hihi..

Saatnya mereka kembali dan menghadapi kenyataan. Hari pertama mereka benar2 suram. Orang2 kulit putih berdemo di depan sekolah mereka. Menuntut dibubarkannya sekolah itu atau diusirnya orang kulit hitam. Sekolah TC Williams memang baru mengalami “merger” dengan sekolah kulit hitam, sehingga murid2nya gabungan dari dua kelompok tersebut. Pacar Gerry pun menolak saat diajak kenalan dengan Julius.. sikap sinis dan menganggap kelompok lainnya “membenci” mereka. Kenyataan yang pahit harus mereka hadapi, di saat mereka baru saja memahami artinya kebersamaan dalam perbedaan. Hanya satu yang dapat mereka lakukan, membuktikan bahwa warna kulit tidak berpengaruh di lapangan football. Mereka harus menang.. *lagi2 menang* untuk membuktikan kepada dunia seberapa dekat mereka untuk dapat bekerja sama.

Hasil yang cukup mencengangkan pada pertandingan pertama, mereka menang tipis. Mereka terpengaruh oleh lingkungan sekitar untuk saling membenci warna kulit lain. Kebencian yang sia2. Sebelum pertandingan kedua di mulai, mereka berkumpul di lapangan dan menyatukan pikiran mereka.. kalo kata gua sih cukup dramatis.. Gerry dan Julius di tengah kerumunan..teriak2 tentang apa yang mereka telah alami dan mereka akan menjadi apa. Sebuah kejadian dramatis.. :) I like it when they did that to spririt up the team.

Sebuah welcoming dance tercipta.. jadi ciri khas mereka ketika memasuki lapangan. Mirip tarian dari afrika.

Dari situ, prestasi mereka gilang-gemilang.. tanpa cacat. Mereka berhasil menang 12 kali pertandingan. Para penonton pun.. pendukung mereka dari kota Alexandria turut merasakan perjuangan mereka. Perbedaan-perbedaan yang ada dapat terlupakan karena keberhasilan tim mereka menuju kejuaraan tingkat negara bagian Virginia. Mereka bersorak-sorai dan berpesta. Mereka larut dan berbaur.. dalam kebahagiaan yang sama.

Kejadian yang menyayat hati tim terjadi ketika Gerry sedang mengendarai mobil menekan pedal gas terlalu kencang.. tidak menyadari dari jalur lain ada mobil yang sedang melintas dari sisi kiri perempatan jalan. Mobil Gerry tertabrak cukup fatal. Gerry mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Meruntuhkan impiannya dan timnya. Kesedihan melanda tim tersebut. Pelatih Boone merasa harus tetap melanjutkan perjuangannya.. mereka harus “MENANG”. Bill, pelatih sebelumnya tim tersebut yang digantikan oleh Boone mengatakan kepadanya .. bukan soal menang saja, tapi soal perasaan mereka. Boone memang sangat keras dan selalu mengharapkan kesempurnaan dari anggota timnya. Tanpa terkecuali. Bill, pada sisi lain, menghargai apa pun usaha yang dilakukan oleh murid2nya. Dia berjiwa besar, cukup besar untuk dapat menerima Boone menggantikan posisinya pada tim tersebut.

Boone pun akhirnya menyadari hal tersebut, sikapnya yang terlalu perfeksionis telah melukai murid2nya.. dia harus mulai berusaha memahami perasaan orang lain, memahami bahwa Gerry telah berupaya begitu keras selama ini.. dan dia harus dihargai, diberikan perhatian yang cukup. Boone mengatakan kepada timnya sebelum mulai pertandingan terakhir mereka musim ini. “It’s not all about winning” , dia mengharapkan timnya dapet menikmati pertandingan tersebut dan tidak menyia-nyiakan perjuangan Gerry selama ini. Ada berita besar pula.. si Gendut yang ceria tadi .. ternyata mendapat nilai C+ .. nilai tertinggi selama ini, dan membuatnya dapat melanjutkan ke kuliah. Nilai kecil mungkin bagi kita, tapi C+ adalah segala2nya baginya, layaknya orang yang biasa makan nasi aking setiap hari dan menemukan nasi uduk sebagai sarapannya.. sedaaap.. ^^ o ya.. si Gendut ini mencapai peningkatan nilai karena dibantu konsultasi oleh Boone setiap minggu.

Di pertandingan terakhir ini.. ada sedikit detail yang keknya gak usah diceritain.. hehe.. soal mengakui kelebihan orang lain dan membiarkan orang lain mengambil alih demi kemenangan tim.. hal yg sulit buat gua lakuin.. :P

Dan.. yak.. predictable.. mereka menang.. huhuy…

Agak klise sih sebenernya soal yang “berbeda” akhirnya jadi satu karena “terpaksa” atau karena keadaan membuatnya begitu. Kayak kisah2 cinta di pelem.. dari benci jadi rindu.. dan laen2.. hehe.. Semakin besar kebencian orang terhadap sesuatu, maka semakin besar kecintaannya saat ia sudah bisa menerimanya.  Kalo kata quote aye.. lupa dari mana asalnya.. Lawan dari cinta bukanlah benci, tapi ketidak pedulian. Lawan dari benci bukanlah cinta, tapi ketidak pedulian. :D

Dan tim “The Titans” pun layak untuk diingat.

Perjuangan mereka.

Kisah persahabatan mereka.

Kenyataan pahit yang dihadapi.

Jiwa besar mereka menerima perbedaan.

Kejujuran mereka.

Remember The Titans..

~It’sNotAllAboutWinning

bismillah…

Man on Fire

http://www.imdb.com/title/tt0328107/

Artinya… pria yang terbakar? pria yang memegang senjata? pria yang penuh semangat? pria yang penuh dendam?

hehe… banyak banget artinya..tapi dari arti2 yg gua sebutin di atas.. kira2 cukup mewakili apa yang ingin diceritakan dalam film ini. Denzel Washington jadi pemeran utamanya.. sebenernya ini pelem lama bet.. taun 2002.. kkk.. tapi gua baru nonton utuh sekarang. Gua sempet nonton endingnya di tv dulu. Pelem siang2 gitu.. kalo gak salah sih di RCTI. Endingnya dia pas dibawa ama penjahatnya, terus meninggal pas lagi di mobil.. haha.. ini spoiler.. :D

Pelemnya cukup sunyi menurut gua. Sudut kameranya bagus. Terus dibikin natural, pengambilannya gambarnya gak stabil, jadinya lebih dramatis. Dari segi tehnik dah keren.. hehe.. jadi pengen bikin kayak gitu jg gua.. ^^

Soal cerita, gua sebenernya lebih suka pelem komedi, biar bisa lepas penat..kkk.. tapi gua mang tertarik dari sudut pengambilan gambarnya itu. Natural dan dramatis.. sempet ngantuk jg pas di bagian awal dia kenalan sama keluarga yang si denzel washington lindungin. oke2. pada gak ngerti kan gua ngomong apa?? kebiasaan to the point gini.. sori2.. :D

Man On Fire Poster

Man On Fire Poster

Di awali dengan berita tentang penculikan dengan 70% korbannya tidak selamat atau tidak ditemukan. Peristiwa ini cukup umum terjadi di Meksiko. Gang2 banyak berkeliaran dan bahkan polisi korup sudah cukup mendapat tempat tinggi di kepolisian. Ada yang namanya “La Hermandad”, kelompok polisi2 yang korup yang bikin kongsi sendiri buat ngelakuin kejahatan terorganisir. Pelakunya pun ada yang polisi, dan kalau pun tertangkap bakal dibebasin. So.. dari situlah ternyata ada konspirasi dan rencana buat ngelakuin penculikan terhadap si korban, dengan meminta uang tebusan. Dan nantinya bakal dibagi2 duit tebusan dan polisi2 korup itu.

Si Denzel di sini berperan sebagai body guard untuk anak seorang kaya di Meksiko. Awalnya, sikap dingin si Denzel.. alias Creasy di film itu bikin mereka gak akrab. Tapi, lama kelamaan, Creasy jadi ayah pengganti bagi si anak ini. Menemani latihan berenang, menemani ke sekolah, dan yang paling penting, menyaksikan si gadis ini meraih juara satu berkat latihan kerasnya selama ini. :)

Ketika keakraban itu makin kuat, si Pita, nama gadis ini, diculik oleh kelompok La Hermandad, terjadi adegan tembak-tembakan.. dua polisi korup tewas dan si Creasy luka parah. Perlu waktu cukup lama untuknya sembuh.

Pihak penculik membuat kesepakatan, tapi dari pihak La Hermandad punya rencana lain untuk melakukan sabotase transaksi tukar sandera itu. Mereka melakukan penyergapan untuk mengambil uang 10 juta dolar. Akhirnya transaksi gagal dan Pita dianggap telah dibunuh. Si Creasy punya dendam kesumat gitu deh.. hehe.. pas sembuh.. woalah.. jadi rambo :O

Ternyata, Creasy punya masa lalu yang cukup keras, di kirim ke berbagai negara. Vietnam, Kamboja.. dan tempat2 perang laennya gitu deh. Jadi pembunuh bayaran jg. Pokoknya rambo abiz gitu deh..

Singkat cerita, dia bisa melacak siapa sumber mala petaka.. semua orang yg terlibat penculikan itu dibunuh di tempat.. setelah dikorek informasinya. Benar2 sadis, tidak untuk anak2 di bawah umur. Jari-jari dipotong lah, telapak tangan ditembak. Kepala ditodong pistol.. jeder. Dan si presiden La Hermandad di bom lewat anus-nya.. wew.. sadis.. kkk.. jangan nonton kalo ga tahan darah bertebaran, dan anggota2 tubuh terburai.. hoho… *masih sereman Shinjuku Incident sih..*

Okay.. at the end.. ketahuanlah sumber dari sumber si otak semua rencana ini.. “La Voice” alias “Si Suara”. Ketika itu, Creasy sudah menawan adik dan ipar dari si suara itu. Dan menawarkan barter dengan nyawa si suara. Ternyata, Pita masih hidup, malah si voice punya tawaran lebih tinggi. Dia menuntut nyawa Creasy juga ikut ditukar dengan Pita. Akhirnya, terjadilah barter itu.

Waktu itu, si Creasy dah luka parah akibat kena tembakan waktu ketemu adik si suara. Saat terjadi barter, terjadi momen sedih gitu deh.. hihi.. tapi gak ampe nangis sih gua.. :P Si Creasy ikut para penjahat, dan Pita dibebaskan. Quite happy ending.. tapi.. si Creasy akhirnya tewas di mobil, kehabisan darah. “La Voice” pun ditembak di dahinya oleh interpol yang sudah bekerja sama dengan Creasy. Um.. Happy ending 68% deh.. kkk…

Si Pita diperanin artis kecil yang manis.. Dakota Fanning , aktingnya bagus.. :)

Anyway.. itu adalah sinopsis dan spoiler dari film Man on Fire.

dapet 3.5 dari 5 bintang yak… kkk…

~IPreferFunnyMovie
~sorry.. :P

bismillah..

Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
It is our light, not our darkness that most frightens us.
We ask ourselves, Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?
Actually, who are you not to be?

~fromAkeelahAndTheBee
~source

bismillah..

Um.. baru kali ini gua stuck gara2 copyright.. iya.. gua tau.. kalo mp3 yg ada di kompi gua itu semuanya gak orisinil..

bajakan.. :( (

Tapi.. tapi.. duh.. gimana ya??? aaah.. kalo gak bajakan harus beli? aaah.. berapa banyak? :\

Tadi coba upload video di facebook, pake background musik Julie London.. orang barat yg nyanyi.. dan.. ya.. mungkin mereka kenal dengan penyanyinya.. dihapus lah video gua.. T_T

Terus.. gua ganti pake lagu Melly Goeslaw.. Kubahagia. Masih jg kena… huhu..

Sekarang gua lagi coba pake mocca.. kan band independent.. hayo lah.. lolos.. yosh.. :O

Kalo masih gak lolos jg.. gua pengen nyanyi background sendiri deh… hahaks.. biar pada sakit perut tuh.. biar tau rasak..

~nanti diupdate lagih

Update :

Mocca lolos.. sekarang dah ke-upload.. tapi..tapi.. gua masih lebih suka versi Julie London.. T_T …

bismillah..

Not anyone can be a great artist,
but the great artist can be from anyone.

~ratatouille

http://en.wikipedia.org/wiki/Ratatouille_(film)

Review will be following.. :)

bismillah..

I got this excitement.. this hilarious feeling.. this happy thought, this wonder, this awareness, just for about three days.

I read the “Laskar Pelangi” book. Inspiring so much, although in some part.. yes.. a bit exagerated :D

My imagination, and my memory of my childhood came back to me. Saying hello, and node politely. Those memories were felt so happy. Started to think about my parents, my family, my cousins and niece. Started to positioning myself as them. Started to think about alternatives of thinking again. Felt so happy in me. Felt free as a bird.

I felt I wanna sing melayu songs.. “pak ketipak ketipung” haha…

I finished the book on three days, neglecting my lab project and some college tasks.. :P But.. it was worth it I guess, when I felt so many thinks I wanna share with the world, for small things I have. I wanna be something, as I was driven by my dream. The book told true things about dream. From the dream we are forming into. From the dream we can start on something. From the dream we step for the first time. From the dream we see things. As my friend says :

When we have dream, all of our senses become more sensitive, finding opportunity that may come up from unexpected source. And the energy in the body will be given fully to achieve that dream. No matter what dream is.
~Akmal

I agree, no matter the dream is, good or bad, big or small. The reality we have are built based on the dream, even when we don’t realize we are dreaming. ;)

This blog is a kind of sharing too.. from my shallow knowledge of the world, the world of my own.

I was moved by every character given by Andrea Hirata in the book, as they want to be their self, be honest to their self. I was motivated by the polarised character in the book, Lintang and Mahar. As they have so great potential of becoming leader, with their very own style. :)

Okay.. my writing this far is about good things.. so.. what is ruining this beautiful saturday night? :

A lonely night without a girl? That happens every week.. no problem at all.. :P

A digestic problem? It happens so often, so.. I got used to it.. LOL

A tired body? I don’t really care about my body, just eat when I was hungry, and sleep when I’m sleepy. :)

A happiness of others? LOL.. ok.. I envy some.. and then so what? hehe.. I will be happy for them too

A stupidity on saying things? That’s a talent, what can I do bout it? :S

A stupidity on can not saying I love her? I feel so bad because I was ignored and distanced by her. I miss her so much. Do you know what I want to do with her? Hug her and give warmth for all night long. Feel so great with her.

….

Ok.. ok.. it gets more and more out of topic.. LOL.. about her is just another topic next time ;) , but tonight, what ruined my night is the “Film Laskar Pelangi” . The movie is like torturing the original book, raping it without mercy. The flow is so unclear and break the real pattern. The characters of laskar pelangi in the movie lost their spirits. The movie just focuses on Bu Muslimah as teacher and the school as the education institution. The movie is like forcing the audience to understand about the importance of education. Forcing the audience about importance of dream. Forcing the audience to listen to boring wisdoms of “Pak Kepala Sekolah”. What a boring movie.. :(

You can watch here :

I’m sorry to say that.. It just really doesn’t fit into my imagination, maybe because I’m perfectionist. Sorry.

And for now, I want to have a fresh noodle with odeng and tok.. :D

oyasumi..

but not for me.. after having meal, training for design with gimp comes next. :)

bismillah..

Pernah gak ngebayangin kalo manusia bisa telepati? Gimana rasanya.. mudahnya.. rumitnya.. atau bahkan lucunya.. :) )

Kalo orang bisa telepati, perlu gak bahasa pengantar? Apakah telapati itu bisa melewati batasan bahasa yg digunakan, karena dapat menghantarkan maksud dari sumber. Ataukah masih perlu berbahasa? karena sebenarnya yg dihantarkan dalam telepati adalah ucapan atau sinyal2 bahasa yg kita gunakan sehari2? hm…

Kalau yg kedua .. telepati sebagai pengganti berbicara, maka keuntungan yg didapat adalah hemat energi *gak perlu capet gerakin lidah*, mengurangi polusi suara *tapi mungkin polusi sinyal lebih banyak :P *, dapat lebih cepat menghantarkan pesan *gak perlu mencet tombol telepon buat ngomong ama dia.. or kirim sms*, mempermudah komunikasi hampir tanpa batasan waktu dan tempat *tentunya dengan ketersediaan jaringan*, dan mungkin keuntungan2 lainnya.. ibaratnya bayangin aja kalo handphone ditempel diotak, dan kita bisa langsung ngomong lewat hp tanpa suara.

Teknologi seperti ini sudah ada yg mencontohkan di film Ghost In The Shell (GITS). Orang2 di zaman itu sudah ditanam dengan cyber brain yang sudah berisi pemancar dan penerima gelombang radio. Jadi kita bisa ngobrol gitu tanpa gerakin lidah, bedanya adalah kita jadi orang oon yg bengong waktu ngomong ama orang di seberang sana.. hihi..

Kalo yg pertama tadi.. mengantarkan knowledge.. rumit kelihatannya. Hal ini berkaitan erat dengan “Knowledge Externalization”. Hingga saat ini, soal knowledge alias pemahaman tentang sesuatu tidak terjadi dengan seketika, tapi harus mengalami tahapan2 tertentu di otak. Mulai dari perception, learning, communication, association and reasoning. Eitts.. jangan tanya gua arti dari itu semua.. kkk.. gua cuman copy paste dari wikipedia. :D Kira2 intinya mulai dari sadar akan keberadaan knowledge (dari keingintahuan atau keterpaksaan), mempelajari, berkomunikasi dengan sumber knowledge (entah buku atau orang atau mahluk lain), mengaitkan dengan knowledge yg telah kita miliki sebelumnya, dan yg paling tinggi adalah mampu mengambil kesimpulan. Kesimpulan di sini tidak bisa dibilang benar dan salah secara hitam putih, tapi lebih ke arah subyektifitas dari si pembuat kesimpulan, yang tentunya berdasar atas jumlah dan seperti apa informasi yg telah diterimanya.

Okeh.. cukup rumit kan untuk bisa memiliki knowledge terhadap sesuatu? Jadi inget film romantis, Tokyo Love Story *kimochii.. ^^* . Dulu waktu kecil nonton pelem itu gua keseeeel banget ama si Satomi yg akhirnya mendapatkan Kanji. Gua keseeel banget jadi pengen gimana gitu.. hehe.. Tapi sekarang, gua memahami.. kalau mereka berdua memang saling mencintai, tapi tidak ditakdirkan untuk menikah. Si Kanji hampir jadi milik Rika, tapi Satomi gak berhenti berjuang menahan kepergian di saat terakhir2.. sedangkan si Kanji masih dalam kalut untuk menentukan sikap. Akhirnya Kanji memilih Satomi. aaaah… kesel.. hehe.. itu dulu.. tapi sekarang gua paham. Dan gua malah semakin menghargai hubungan mereka berdua. Hubungan yang tulus, terutama cinta dari si Rika yang benar2 mampu berkorban dan memberikan apa yg ia mampu untuk orang yang ia sayangi. Sikap si Kanji yang setia dan tidak mudah pudar untuk bisa menyayangi Satomi.. huhu.. Seandainya mereka berdua bertemu lebih dahulu.. :P kkk.. jadi curcol gak jelaz..

Ok.. back to the main topic. Kayak gitulah yg gua alami, perasaan gua mang beda banget dulu dan sekarang. Dan gua pengen nangis.. pengen banget meluk si Rika.. *LOL* karena dia kedinginan sendirian di pinggir jalan nungguin si Kanji yg benar2 bimbang gitu bo.. :P Gua lebih paham perasaan mereka. Itulah knowledge. And it took 10 years more for me to get the meaning.. hehe.. how slow isn’t that..?

Kalau ekternalisasi pengetahuan *knowledge externalization* itu bisa dilakukan, disimpan, disebarkan, maka, no need for words. It is all inside our head and just need to transfer it. I wish I could. Meski, di sisi lain, dapat juga dilihat permasalahan dari adanya knowledge externalization ini yaitu kurangnya individualitas dari setiap orang. Karena, setiap orang dapat dengan mudah memilki knowledge akan sesuatu, yang artinya juga perasaan dan pemahaman akan sesuatu terdistribusi pula. Dan kemungkinan orang akan sulit mengenali siapa dirinya. haha.. quite funny actually. Contohny ada di film GITS jg, ada robot namanya Tachikoma yang setiap kali selesai tugas akan dilakukan sinkronisasi data, akhirnya mereka jadi bingung dengan siapa yg telah melakukan apa… LOL.. itulah yg mungkin terjadi, berkurangnya individualitas, yg artinya kita akan menjadi seperti robot, atau bahkan lebih buruk, mirip sel organ yg memiliki fungsi tertentu di tubuh. *karena fungsi kita pun bisa diprogram dengan knowledge yg dimiliki*

Sebuah drawback yang cukup berat dihadapi untuk distribusi knowledge.

Contoh knowledge yg bisa di share itu ada di film Macross Frontier. Yang memiliki share knowledge ini adalah serangga yg menjadi musuh utama di film itu. Malah knowledge ini terdistribusi dengan setiap individu adalah node yg menentukan path dari jaringan syaraf, seperti halnya di otak. Sehingga tidak ada individu yg menyimpan pengetahuan dalam waktu lama, hanya short term memory. Setiap individu pun berkomunikasi dengan “Space Folding” LOL.. sebuah konsep melipat ruang sehingga perjalan jadi super cepet.. haha… impossible.. :P

Tapi, itulah yg emang gua alamin saat ini, atau lebih tepatnya saat itu. Saat kata2 tak pernah terucap secara langsung. Saat bahasa tubuhpun terhalang akan ruang dan pandangan. Saat gua cuma bisa diam dan menunggu karena maju pun cukup jelas apa respon yang gua dapat. Saat menjauh dilakukan padahal tidak ada yang mendekat. Saat itu, gua pengen sampein knowledge gua ke seseorang. Saat itu, saat ini pun masih, gua pengen sampein betapa gua peduli sama dia, betapa gua gak pengen dia sedih, betapa gua gak pengen dia menjauh, betapa gua berharap dia bahagia. Dan juga, betapa gua pengen bantu dia tanpa mengharapkan balasan dari dia.

Wallahu ‘alam

bismillah..

It was cold today… my friend said that it reached -3 degrees Celcius. Very cold indeed, and I was not fully prepared.. :P

I felt sad and happy at the same moment. Realizing the winter is going to pass me by makes me sad. I guess I’m gonna miss her, when I can play with the snow, so fun really..

In the other hand, spring will come, brings new life and love *doh*. I haven’t felt spring here, I guess it will be the same as there in my country.. I don’t know yet.

Do you like piano? I do like it so.. could give me the chill when I hear the beat coming out of the box. I heard this song.. I guess I’ve heard this before, but forget when was it. The “winter sonata” theme song, “From The Beginning Until Now” gets my tears out.. LOL.. soooo romantic.. here is the piano piece..

That is the best play from others in youtube in my opinion. The other one uses synthesized sound, interesting too.. and touched me more.. *may be because he uses a very high tone*

And here is the original sound track, with song too

The interesting fact is *I found it on wikipedia* that the composition of this music is plagiarized from “愛はかげろう ‐ 雅 夢” read “ai wa kagerou – GAMU” *gamu is like the name of Ultraman.. kkk.. :P * , admitted by the composers them self. I am a kind of hard to believe it, but in some part there are same pattern in the rhythm. However, the “winter sonata” version seems more romantic for me.. hehe. Here is the video, you can judge by your self..

And do you know another fact?
I haven’t watch the movie until end yet, just a view part of the first episode.. LOL.. it was kind of boring at first because they are just talking, no action.. :D Anyway, I’ll try to finish it if I had time.

~whatShouldIwrite

~tremblingInside

~justAnotherFootNote

~btw..guaSalahTulisTitleHarusnyaPake”Passes”:P

bismillah..

“I did it!”, I said.

“Where is the proof?”, they replied.

“Um… 8-|”, …

I just watched {Proof} movie. It is an old movie actually on 2005, but It got my interrest when I read a shor review in Pandji blog.

It tells about the daughter of a genius math professor. She found a new theory in math, related to prime numbers. I didn’t know exactly what is the new theory. Her father went nuts in the last 5 years of his life. Her father stopped to give lecture, and live with her. But at those times, her father encouraged her to do some research in prime number. Resulting her founding the new theory. But at the time she wants to show it to her father, he wanted to show his results too. However, the results contains a simple poetry, not a math calculations. She cried when she read it loud to her father who requested it. And so, she put her work in a shelf and locked it. Until the moment came.

Her new boyfriend showed her up the book and said it was a great discovery. He thought it was her father’s work, but she said it was her. Her sister didn’t believe it, and started to say she is halucinating. She kept on persistence telling that the book has her writing, but yet they didn’t believe it. Ah.. i felt anger too.. It was hard to make others believe in you, except they see you from you heart. :|

Finally, after her boyfriend go all across his professors and friends, they confirmed the validity of the theory, and said that the knowledge is still very new, so her father should have not known those newer kinds of mathematics *because he went nuts before it*.

Um.. no real climax actually, so many flash back over her last moments with her father, when she discovered the new theory. Quite entertaining.. I guess you should watch it.. ^^

Ok..back to my own project now.. the project that hard for me to understand over all. I stucked understanding how the components interact.. what should I report tomorrow..??? T_T

~takeABath

~pray

bismillah..

We were facing the windows.. But the opposite window
As it is written we will have our own destiny

~anotherEpilogue
*can’t stop to make another one*

Um.. Yes.. it is all written, about you and me. No one knows what future welcome us, a guess.
And so the Slumdog Millionare got his destiny.
God is great.

~ngantukTapiLomBikinReport