You are currently browsing the monthly archive for Desember 2006.
Pemerintah katanya dah nyerah gak bisa melakukan apa2 karena memang tidak memiliki wewenang tentang hal ini. Meski skarang pemerintah berusaha mencari jalan alternatif lainnya..
Pre download dan browsing serta chatting hehe…
Puasa deh kata lainnya..
Mudah-mudahan bisa menyehatkan pikiran kita ya.. Karena puasa kan emang bisa menyehatkan sesuai sabda nabi. ^_^
Tadi malam ama pagi ini gua nonton film yang udah lama kagak selese.. Judulnya ‘Summer Snow’ yang artinya ’salju musim panas’. Salju di sini berada di kedalaman ribuan meter hingga cahaya pun sulit mencapai ke sana, sehingga otomatis suhunya pun cukup dingin hingga terbentuknya salju. Turunnya bisa kapanpun tak perduli musim. Bahkan di musim panas pun salju ini bisa tercipta.
Film ini, atau lebih tepatnya dorama (pen: drama jepang) menceritakan tentang seorang yang sangat suka ngomong, berceramah dan berusaha tetap teguh dengan pendiriannya…
Tapi akhirnya dia meninggal dan jantungnya diberikan kepada kekasihnya (singkat ceritanya), lain kali gua ceritain dah bagaimana perjuangan dan pengalamannya…
Wassalamu’alaykum
~Ujian tinggal dua lagi
~KOMAS DAN JEPANG SUMBER
~Ganbatte..!!!
Alhamdulillah, Tadi malam jam 10 lewat gua lupa lewat berapa, akhirnya tekom mencapai tahap akhir yaitu melakukan testing terhadap compiler yang udah gua buat. Masalah utama yang gua hadapi dari hari sabtu kemaren adalah bagaimana caranya gua bisa mengambil alamat dari argumen yang sudah dimasukkan, karena selama ini argumen dipush, tetapi order number dari parameter letaknya tidak sesuai, yah pokoknya gitu deh, bahasa dewa juga sih, dewa mabok, bener dah bete gua gak ngerjain apa2 cuma ngerjain itu tekom. Tapi pengorbanan gua itu pun nampak berbuah hasil yang amat menggembirakan, yang membuat gua bersyukur masih memiliki teman yang baik seperti bayu dan andreas yang udah ngebagi pemahaman mereka. Hari senin sore kemaren akhirnya gua mendapatkan pencerahan mengenai bagaimana caranya si argumen itu didapatkan nilainya, ternyata yang gua perlu lakukan adalah membuat order number dari parameter menjadi minus sesuai dengan jumlah parameter, jadi misalnya yang tadinya order numbernya 0 maka pada prosedur itu gua bikin jadi order numbernya -3, itu untuk yang jumlah parameternya 1, kalo dua berarti order numbernya -4, trus gitu deh….. Kalo Fungsi gua kurangin atu lagi karena adanya push untuk mengalokasikan return value dari fungsi, yah pokoknya gitu deh…. Seneng banget pagi ini, tapi dah lima hari oy telatnya, weleh2… /*Kayak si Komo*/
Setelah tidak mengalami liburan dua hari yang seharusnya gua libur, maka kemaren pun gua mengalami suntuk yang berat. Seminar gak beres, tapi mudah2an B ada di tangan deh… kan Bu Mirna baek.. hehe…. Gugup banget itu presentasi, sampai2 gua lupa apa yang akan gua sampaikan. Lupa abizz deh, thanx buat temen2 sekelas yang support gua dengan mengajukan pertanyaan biar tampaknya lebih hidup presentasi itu, tapi emang gua lagi kelelahan tuh mikirin tekom, si tekom doang yang ada dalam pikiran gua…… oh tidak.
Tugas lain banyak menanti !!!!!! Maju terus pantang mundur…. Jangan sampai benteng kita jatuh ke tangan musuh.
Allahu Akbar
I’m so sleepy now. I wanna have some sleep. But I can’t, my thought said not to.
Gua begadang tadi malam, ngerjain tugas Pemrosesan Teks. Ngoding Perl smalaman suntuk ampe pagi, jadi sekarang gua belum tidur nih secara benar maksud gua. Dasar guanya yang males, padahal itu tugas udah lama banget adanya. Angop (pen: menguap) mulu…. Tadi itu yang serem waktu gua nunggang motor, sempet berapa kali ya gua merem dan tertidur selama sekian detik.
Hehehe.. waktu gua nulis ini barusan, gua tertidur secara tidak sadar tentunya, duduk di lab yang dingin, di sebelah gua ada Diko dan Ewoh. Tertidur… hahahaha…
Gua gak lagi deh tuh begadang. gak bae nih buat kesehatan. Badan lemes gini, dan semua terasa berbayang, ini beneran ni dunia nyata???
Mudah2an sih perjuangan gua diridhoi Allah, sehingga memberikan manfaat ke gua. Balasannya kalo gak di sini ya diakhirat sana.
Ngantuk…..
Simplicity kalo kita kerennya bilang.
Banyak hal yang dibuat rumit, hanya karena orang tersebut ingin menunjukkan bahwa ia lebih unggul dari orang lain, namun dengan usaha yang cukup, Insya Allah kerumitan tersebut akan menjadi hal yang mudah.
ganti topik ah, di atas situ gak jelas ngomong apa.
Kemaren ada berita yang cukup mengagetkan gua, yaitu munculnya perintah untuk motor menyalakan lampu di siang hari di jalanan, aneh memang awalnya, tapi karena pikiran gua yang masih sangat picik dan sempit, ternyata di daerah lain peraturan tersebut telah diberlakukan dari jauh-jauh hari, terutama di Singapura, katanya bisa mereduksi jumlah kecelakaan lalu lintas sekitar 90% di Surabaya.
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=161398
Boros kali ya? Tapi apa memang akan berhasil? Kita lihat saja…
Yang gua harapin sih emang jumlah kecelakaan akan berkurang, namun dengan berlakunya aturan ini, bagaimana ya??? hmm.. apa nanti suatu saat akan ada imunitas dari mata para pengendara mobil yang tidak menghiraukan lagi adanya lampu yang disorotkan dari motor yang ada di belakangnya? Sehingga menjadi hal yang percuma gitu? entahlah, ya.. gua harap sih akan terus turun jumlah kecelakaan.
Menurut gua yang lebih harus dibina adalah kesadaran dari para pengguna motor untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Karena banyak sekali pelanggaran yang kita lihat terjadi, terutama oleh para pengendara motor. Mereka, termasuk gua mungkin (hehe… jarang2 sih nglanggar) dengan mudahnya menerobos lampu merah, naik ke trotoar jalan, dan menerobos di kemacetan, terutama lagi menyalip mobil yang ada di depannya tanpa terlebih dahulu menyalakan lampu sen. Itulah yang harusnya ditaati dahulu, peraturan dalam melakukan perpindahan jalur dan lain-lain yang kaitannya adalah penyampaian pesan kepada pengendara lain, hendaklah ditaati, sehingga pengendara lain tidak akan salah mengartikan apa yang akan kita (pengendara motor) sedang atau akan lakukan.
Satu hal lagi yang utama adalah mengenai pembuatan SIM. Selama ini pembuatan SIM hanyalah formalitas, tidak ada yang namanya pengujian dan kelayakan dari calon pemegang SIM, yang ada adalah penjualan SIM kepada masyarakat oleh oknum aparat kepolisian. Mereka menawarkan pembuatan SIM tanpa melalui proses pendidikan dan pengujian, hanya dengan membayar sejumlah uang tertentu maka semuanya bisa dilewati. Mereka tidak memperdulikan pemahaman tentang peraturan dan keselamatan dalam berkendara di jalan raya, yang mereka tahu hanyalah ada orang yang butuh bantuan dan kita dapat membantunya tentunya dengan imbalan yang tidak seberapa kiranya (sambil terbahak2). Yang terjadi adalah banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para pemilik SIM, mereka hanya pikir tidak ada yang melihat mereka dan mereka sedang dalam kepentingan yang amat mendesak yang membuat mereka merasa berhak untuk melanggar peraturan yang ada, tanpa perlu memperdulikan kepentingan dan keselamatan orang lain. Tindakan yang egois bukan?
Padahal mereka sering meledek bangsa sendiri, yang mengatakan kapan bangsa kita bisa maju seperti bangsa yang ini atau yang itu ya? Mereka tidak melihat ke dalam diri mereka sendiri, sudah seberapa baikkah jiwa dan kepribadian mereka? sudah seberapa bersihkan hati mereka? Sudah seberapa kuatkan tekad mereka dalam meraih cita? Sudahkah mereka memiliki Cita? Apakah mereka mau berkorban untuk orang lain dan kemajuan bangsanya? Kapankan mereka mulai memikirkan tentang masa depan yang tampaknya jauh, tidak hanya berpikir tentang hari ini ataupun paling jauh esok hari? Dan juga segudang lebih pertanyaan yang kiranya masih sulit dijawab dengan jawaban “kami sudah”. Mereka mungkin menertawakan pertanyaan ini. Tapi itulah yang terjadi semakin mereka menjelekkan bangsa sendiri, semakin hancur bangsa ini.
Lampu memang dapat menerangi jalan, dan lampu dalam hati kiranya juga dapat menerangi hati. Program yang cukup menarik juga sih untuk menyalakan lampu motor di siang hari, karena gua sempat kaget, dan kemudian sempat meledek orang yang menyalakan lampu, “kenapa itu orang nyalain lampu padahal udah siang?? dasar bocah”. Ternyata yang bocah adalah gua, hahaha… Gua baru pengen gerakin tangan gua nandain kalo lampu itu motor nyala tuh kalo ada yang lewat lagi, tapi emang susah sih sambil naek motor.
Umur gua tinggal berapa lagi ya? ^_^!
reference:
http://www.vikingkarwur.com/blog/archives/upload/2005/10/surabaya-1-motor.jpg

Serem ya…
Kemaren baru ajah dari kuburan nyai (pen:nenek) gua. Di daerah tegal alur, pemakaman umum.
Luas juga ya, dan cukup sulit jauh juga jalan ke dalamnya.
Tak ada yang perlu ditakuti dari kuburan, malah kita harusnya mungkin lebih sering ke kuburan. Tempat kita akan beristirahat hingga nantinya kita dibangunkan untuk menghadapi pengadilan di Akhirat nanti.
Yang aneh adalah bahwa orang meninggal saja harus bayar. Peraturan baru di jakarta menghendaki bahwa orang yang dikubur harus membayar retribusi bulanan yang sebenarnya tidak terlalu mahal, tapi dalam prakteknya dilakukan manipulasi sehingga harga tinggi adalah hal yang harus dijumpai. Gua khawatir kalau gua lupa, nanti makam dari nyai gua itu digusur, semoga tidak.
Ada dua orang yang dimakamkan di pemakaman itu, yaitu nyai gua dan encang perempuan (bibi) gua. Beda hanya 3 minggu kepergiannya. Encang gua meninggal tanggal 30 oktober dalam usia 57 tahun, dan nyai gua meninggal tanggal 21 dalam usia 105 tahun. Engkong (kakek) gua dikubur di tanah sendiri, tanah yang sedianya akan digunakan sebagai kuburan, tapi dijual oleh salah satu sodara bapak gua, akhirnya hanya sepetak untuk memuat engkong gua yang bisa disitu, dan nyai gua dikubur terpisah deh.
Kuburan kemaren luas sekali, dan mengingatkan gua tentang padang mahsyar yang kiranya lebih luas lagi. Semua orang dari segala tempat dan berbagai zaman berkumpul, ramai sekali. Semua meneriaki keadaanya, atau malah terdiam menghayati sekeliling. Keadaan yang amat menakjubkan nantinya meski menakutkan juga.
….

